Pimpinan Padepokan di Pekalongan Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Puluhan Santriwati

PEKALONGAN,delikpantura – Aparat kepolisian mengamankan seorang pimpinan padepokan berinisial AKF (54), Rabu (27/5) pagi, terkait dugaan kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati di sebuah padepokan di wilayah Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
AKF dibawa ke Mapolres Pekalongan Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan tindak asusila tersebut disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan diduga melibatkan puluhan korban.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari sejumlah pihak, termasuk pendamping korban dari organisasi Yakuza Manages yang dipimpin Gus Thuba asal Ploso, Kediri. Berdasarkan informasi awal, sedikitnya 25 santriwati diduga menjadi korban tindakan cabul yang dilakukan dalam kurun waktu sekitar 12 tahun terakhir.

Setelah diamankan, terduga pelaku langsung diperiksa intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Sejumlah santri yang diduga menjadi korban juga turut dimintai keterangan guna mendalami kasus tersebut.

Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi, mengatakan proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi saat ini melakukan pemeriksaan secara maraton dengan melibatkan psikolog serta tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

Selain itu, polisi juga telah memasang garis polisi di area padepokan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban atau mengetahui informasi terkait kasus tersebut agar segera melapor. Polisi memastikan keamanan para pelapor dengan menyiapkan rumah aman atau safety house yang mendapat pengawalan ketat guna mencegah adanya tekanan maupun intervensi dari pihak tertentu.

Mungkin Anda Menyukai