PEKALONGAN,delikpantura —Kabupaten Pekalongan kembali dihebohkan oleh dugaan kasus asusila yang menyeret seorang tokoh padepokan di wilayah Buaran. Kasus ini mencuat setelah sebelumnya viral kabar seorang santriwati yang melahirkan bayi meski disebut tidak pernah berhubungan intim maupun memiliki suami.
Pihak keluarga sempat memberikan klarifikasi bahwa peristiwa tersebut dianggap sebagai takdir dari Allah SWT. Bayi yang dilahirkan pun dikabarkan telah diadopsi oleh sebuah keluarga di wilayah Banjarnegara.
Seiring berkembangnya informasi, perhatian publik kemudian mengarah pada sebuah padepokan yang berada di Jalan A. Fadlun, Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan .
Dari sejumlah keterangan yang dihimpun sementara dari korban maupun saksi, sosok yang diduga terlibat merupakan seorang tokoh masyarakat sekaligus pimpinan padepokan yang dikenal luas oleh warga dan para pengikutnya berinisial AKF (54 th).
Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya terdapat tujuh perempuan yang diduga menjadi korban dalam perkara yang berlangsung cukup lama tersebut. Para korban berasal dari berbagai daerah, baik dari wilayah sekitar maupun luar kota. Beberapa di antaranya kini mulai berani menyampaikan keterangan secara terbuka, sementara korban lainnya masih memilih membatasi komunikasi dan belum sepenuhnya bersedia tampil ke publik. Rabu (25/05/26).
Saat informasi ini beredar, pelaku telah diamankan aparat kepolisian dan dibawa menggunakan kendaraan sedan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menambah keresahan masyarakat, terlebih di tengah maraknya kasus dugaan asusila yang melibatkan oknum pengasuh lembaga keagamaan maupun tokoh spiritual di sejumlah daerah.