Kapal Tunda Sarden Kandas di Dermaga Batang, Polairud: Tidak Ada Korban Jiwa

BATANG, delikpantura.com  – Kapal Tunda Sarden milik PT Timur Bahari dilaporkan kandas di kolam Dermaga Pelabuhan Niaga, Kelurahan Klidang Lor, Kabupaten Batang. Peristiwa ini terjadi pada Senin (21/9/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB akibat kebocoran kronis di bagian buritan kapal.

Kapolresta Batang melalui Kasatpolairud Polresta Batang, Kompol Toto Hadi. P, S.H., M.M., membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden kandasnya kapal berbobot GT 39 No 1757/GGe ini dipicu oleh kebocoran yang memburuk akibat cuaca buruk dan benturan berulang.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh kru dan penjaga kapal berada dalam kondisi sehat,” ujar Kompol Toto Hadi, Selasa (22/9/2026).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi, kebocoran kapal berawal sekitar satu bulan lalu saat kapal mengalami benturan dengan bodi Kapal Tunda Takamaru yang juga berada di dermaga yang sama. Pihak penjaga sempat melakukan perbaikan darurat dengan metode doubling plate dan penambalan epoxy.

Namun, cuaca buruk selama dua minggu terakhir membuat tambalan epoxy pecah akibat hantaman gelombang. Air laut mulai masuk ke ruang mesin hingga membuat posisi kapal mendongak pada Senin pagi.

Penjaga kapal sempat berupaya memompa air keluar serta menyumbat bocoran pada pelat dek menggunakan kain majun. Namun, hantaman gelombang terus memasukkan air ke tangki balas melalui patahan pipa udara. Saat pemeriksaan berkala dilakukan saksi pada pukul 22.00 WIB, bodi Kapal Tunda Sarden sudah miring ke kanan dan kandas di dasar kolam dermaga.

Kejadian ini kemudian diselamatkan secara barang inventaris pada dini hari, sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke piket jaga Kantor UPP Klas III Batang pada Selasa pagi pukul 07.30 WIB.

Langkah Penanganan

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satpolairud Polresta Batang bersama Ditpolairud langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak UPP Klas III Batang. Untuk proses pengapungan kapal, saat ini masih menunggu kedatangan pihak pemilik kapal dari Jakarta Utara serta menunggu kondisi cuaca dan gelombang membaik,” pungkas Kasatpolairud.( Red )

Mungkin Anda Menyukai