HUT Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas Lewat Fun Bike

PURWOREJO,delikpantura -+ Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan Polres Purworejo untuk mengajak masyarakat membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan yang lebih humanis dan edukatif. Melalui kegiatan Olahraga Bersama Fun Bike, ratusan peserta yang terdiri dari anggota Polri, instansi pemerintah, komunitas sepeda, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum diajak bersepeda menyusuri sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purworejo. Minggu ( 28 Juni 2026 ).

Mengusung semangat “Polri untuk Masyarakat”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga menjadi media kampanye keselamatan berlalu lintas yang menyentuh langsung masyarakat. Sepanjang rute, peserta diajak mengenali lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi sekaligus menerima edukasi mengenai pentingnya disiplin berkendara, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas.

Dalam keterangannya, minggu pagi (28/06/2026) Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom. mengatakan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, membangun kesadaran masyarakat tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi yang berkelanjutan dan melibatkan partisipasi publik.

“Berdasarkan data sepanjang tahun 2025, di Kabupaten Purworejo terjadi 612 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 114 orang meninggal dunia, 721 orang mengalami luka ringan, serta kerugian materiil yang tidak sedikit. Sementara itu, hingga Mei 2026 tercatat sekitar 300 kejadian kecelakaan lalu lintas. Angka ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan periode sebelumnya, namun bagi kami satu korban kecelakaan pun tetap terlalu banyak. Karena itu, kami tidak akan pernah berhenti mengkampanyekan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan preventif menjadi salah satu strategi utama Polres Purworejo dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Fun Bike ini kami jadikan sebagai media edukasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan bersepeda bersama melewati ruas-ruas jalan yang rawan kecelakaan, masyarakat dapat melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memahami pentingnya berkendara secara aman, mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI, tidak melampaui batas kecepatan, serta mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi, tetapi merupakan budaya yang harus dibangun bersama,” tegasnya.

Dirinya berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi penguat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

“Melalui kegiatan Fun Bike ini, kami ingin menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui gerakan kolaboratif yang mengedepankan edukasi, olahraga, dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Kami berharap kampanye ini mampu membangun budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari kesadaran setiap individu, sehingga angka kecelakaan di Kabupaten Purworejo dapat terus ditekan dari tahun ke tahun menuju zero fatality accident,” ulasnya.

Apresiasi terhadap langkah Polres Purworejo juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ), Dr. dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE., Subsp.L.B.L.(K). Menurutnya, upaya preventif seperti kampanye keselamatan jauh lebih bernilai dibandingkan penanganan korban setelah kecelakaan terjadi.

“Sebagai tenaga medis, kami tentu berharap jumlah pasien akibat kecelakaan lalu lintas terus menurun. Cedera akibat kecelakaan sering kali menimbulkan dampak jangka panjang, baik secara fisik, psikologis, maupun ekonomi bagi keluarga. Oleh karena itu, apa yang dilakukan Polres Purworejo merupakan langkah yang sangat strategis karena menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama. Semakin sedikit angka kecelakaan, semakin banyak pula nyawa yang dapat diselamatkan dan kualitas hidup masyarakat dapat terjaga,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keselamatan berlalu lintas merupakan bagian dari pembangunan kesehatan masyarakat karena berkontribusi langsung terhadap penurunan angka kematian dan kecacatan akibat trauma. (Bien )

Mungkin Anda Menyukai