PURWOREJO,delikpantura com – Pemandangan menarik terlihat di lokasi pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Di tengah kesibukan personel Satgas TMMD dan para kaum bapak mengerjakan pengecoran jalan sepanjang 1.392 meter, sejumlah ibu-ibu tampak turut ambil bagian membantu pekerjaan dengan penuh semangat, Sabtu (18/7/2026).
Dengan mengenakan pakaian sederhana dan senyum yang tak pernah lepas dari wajah mereka, para ibu-ibu bahu-membahu bersama anggota Satgas TMMD. Ada yang membantu menyiapkan material, mengangkat perlengkapan, hingga memberikan dukungan kepada para pekerja di lapangan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dalam membangun desa tidak mengenal batas usia maupun gender.
Bagi warga Desa Watuduwur, pembangunan jalan rabat beton ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jalan tersebut menjadi harapan besar yang selama ini dinanti karena merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah desa dan mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.
Salah seorang warga, Sunarti (53), mengaku sangat bahagia dapat terlibat langsung dalam kegiatan TMMD. Ia mengatakan selama bertahun-tahun warga harus melewati jalan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan yang membuat jalan menjadi licin dan membahayakan.
“Alhamdulillah, saya sangat senang karena akhirnya jalan di desa kami dibangun. Dulu kalau lewat sini sangat sulit, apalagi kalau hujan. Sekarang saya ikut membantu semampu saya karena jalan ini nantinya untuk kepentingan kami semua,” ungkap Sunarti dengan penuh rasa syukur.
Menurutnya, kehadiran program TMMD telah membawa perubahan besar bagi masyarakat Desa Watuduwur. Selain mempercepat pembangunan, program ini juga mampu menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Pengerjaan jalan rabat beton sepanjang 1.392 meter tersebut menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 Purworejo. Tidak hanya melibatkan personel TNI dan warga laki-laki, semangat para ibu-ibu yang turut turun ke lokasi pembangunan menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan TMMD.
Di balik tangan-tangan yang membantu mengangkat material dan meratakan adukan semen, tersimpan doa dan harapan para ibu agar jalan yang dibangun dapat membawa kemudahan, kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu mereka. TMMD pun kembali membuktikan bahwa membangun desa adalah kerja bersama, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk kesejahteraan rakyat. ( Mr. Bien )