Demo Ricuh Agustus 2026 Disorot, Nama Andi Sahrandi Muncul dalam Dugaan Konsolidasi Gerakan

JAKARTA , delikpantura- Nama pengusaha senior Andi Sahrandi mencuat dalam narasi mengenai dugaan aktor di balik rangkaian aksi unjuk rasa mahasiswa yang berujung kericuhan sepanjang Agustus 2026.

Dalam narasi tersebut, Andi disebut memiliki peran dalam mengonsolidasikan sejumlah aktivis mahasiswa serta kelompok lainnya. Ia juga dituding mengarahkan gerakan dengan menggunakan sejumlah isu sebagai pintu masuk untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah dan aparat keamanan.

Andi, yang disebut berusia 80 tahun, sebelumnya dikenal sebagai pengusaha dan pernah dikaitkan dengan lingkaran bisnis mendiang pengusaha minyak Arifin Panigoro. Ia juga dikenal melalui aktivitas sosial dan budaya.

Narasi yang beredar menyebut sejumlah pertemuan dilakukan di kediaman Andi di wilayah Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Juli hingga awal Agustus 2026.

Dalam rilis yang diterima redaksi, pertemuan tersebut disebut melibatkan aktivis dari sejumlah kampus, termasuk Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Dalam narasi itu, Andi disebut menggunakan isu Febri Adriansyah sebagai salah satu pintu masuk untuk menggalang gerakan. Selain itu, muncul tudingan bahwa terdapat upaya pendataan aset sejumlah pejabat Polri, khususnya yang berada di wilayah Jakarta Selatan.

Pendataan tersebut dalam narasi yang beredar disebut berkaitan dengan persiapan menghadapi eskalasi aksi apabila demonstrasi berkembang menjadi kericuhan.

Selain kelompok mahasiswa, jaringan Andi juga disebut merangkul sejumlah tokoh nasional, akademisi, aktivis, hingga kelompok purnawirawan.

Nama Feri Amsari dan Tiyo Ardianto disebut sebagai bagian dari jaringan aktivis dan akademisi yang dikaitkan dengan gerakan tersebut. Sementara dari kelompok purnawirawan, nama Mayjen TNI Purn Soenarko dan Ahmad Khozinudin juga muncul dalam narasi yang beredar.

Andi disebut tidak bekerja sendiri. Seorang staf bernama Rendi disebut membantu mengoordinasikan berbagai elemen sekaligus mengelola aliran dukungan pendanaan untuk sejumlah kegiatan gerakan.

Narasi tersebut juga mengaitkan pola gerakan yang dibangun dengan eskalasi politik menjelang dan sepanjang Reformasi 1998.

Keterkaitan Andi dengan gerakan mahasiswa disebut memiliki akar sejarah sejak periode tersebut. Pada 1998, ia diklaim meninggalkan aktivitas profesional untuk bergabung dengan gerakan mahasiswa.

Dalam sejarah yang disebut dalam narasi tersebut, Andi bahkan pernah dipercaya sebagai “panglima lapangan” Kelompok Jenggala. Kelompok tersebut dikaitkan dengan lingkaran eks aktivis 1960-an di bawah pengusaha Arifin Panigoro yang memiliki perhatian terhadap dinamika gerakan mahasiswa.

Pengalaman tersebut kemudian disebut menjadi salah satu alasan munculnya dugaan bahwa Andi memiliki jaringan dan pengalaman dalam mengorganisasi gerakan mahasiswa.

Rangkaian demonstrasi pada Agustus 2026 sendiri berlangsung di tengah dinamika politik nasional. Sejumlah aksi mahasiswa di berbagai daerah kemudian berkembang dengan eskalasi berbeda-beda dan sebagian diwarnai kericuhan.

Dalam narasi yang beredar, kondisi tersebut disebut bukan semata-mata terjadi secara spontan, melainkan terdapat upaya mengonsolidasikan sejumlah kelompok dan mengarahkan isu yang digunakan dalam aksi.

Dugaan mengenai aliran dana juga menjadi bagian penting dari narasi tersebut. Sejumlah kelompok disebut memperoleh dukungan melalui jaringan yang dikaitkan dengan Andi dan stafnya.

Namun, dalam pemberitaan mengenai isu tersebut, nama-nama yang disebut tidak serta-merta dapat dianggap terlibat dalam kericuhan hanya karena muncul dalam narasi.

Andi Sahrandi juga disebut memiliki latar belakang panjang dalam dunia usaha dan kegiatan sosial budaya. Posisi tersebut membuat namanya memiliki jaringan luas dengan berbagai kalangan.

Narasi mengenai dugaan peran Andi dalam gerakan demo Agustus 2026 kemudian menempatkannya sebagai salah satu figur yang disebut berada di balik konsolidasi sejumlah kelompok.

Dugaan tersebut menjadi bagian dari polemik yang berkembang setelah rangkaian aksi mahasiswa mengalami peningkatan eskalasi pada Agustus 2026.(***/red)

Mungkin Anda Menyukai