Sosok Rendah Hati di Balik Jalan Spiritual: Syaikh Amat Ramdhon al Qodiri dan Dakwah Sunyi Tarekat Qodiriyah

PEKALONGAN, delikpantura – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, sosok ulama yang memilih berjalan dalam kesunyian justru menghadirkan keteduhan tersendiri. Dialah Syaikh Amat Ramdhon al Qodiri, seorang mursyid Tarekat Qodiriyah al Aliyah yang dikenal luas di kalangan terbatas, namun nyaris tak tersentuh sorotan publik.

Syaikh Amat Ramdhon merupakan satu-satunya mursyid Tarekat Qodiriyah al Aliyah di Indonesia yang memperoleh baiat serta ijazah kemursyidan langsung dari ulama Suriah, Syaikh Muhlif al Ali al Qodiri al Khusaini, yang saat ini bermukim di Mesir. Jalur sanad spiritual ini menjadi pijakan kuat dalam membimbing para muridnya menempuh jalan dzikir dan penyucian jiwa.

Syaikh Muhlif memberikan ijazah Mursyid kepada Syaikh Amat Ramdhon
Meski memiliki kedudukan tinggi dalam dunia tasawuf, Syaikh Amat Ramdhon justru dikenal sebagai pribadi yang sangat sederhana dan enggan dikenal luas.

Saat ditemui awak media pada Jumat (3/4/2026) di kediamannya di kawasan Buaran, Pekalongan, suasana hangat penuh kekeluargaan begitu terasa. Tidak ada jarak antara beliau dan para tamu—semuanya disambut dengan keramahan yang tulus.

Jamaah yang beliau bimbing memang tidak besar, hanya berkisar ratusan orang. Namun, komunitas ini dikenal eksklusif, solid, dan istiqamah dalam mengamalkan dzikir serta ajaran-ajaran tasawuf.

Fokus utama pembinaan adalah mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala melalui pembersihan hati, penguatan akhlak, dan kedisiplinan spiritual.
Dalam kesehariannya, Syaikh Amat Ramdhon menjalani hidup layaknya masyarakat umum. Ia menolak segala bentuk penghormatan berlebihan dan tidak berkenan ketika ditanya tentang karomah yang oleh sebagian murid diyakini ada pada dirinya.

Baginya, yang terpenting adalah keikhlasan dalam beribadah, bukan pengakuan manusia.
Kajian keilmuan yang beliau ajarkan mencakup tasawuf Sunni dan tasawuf falsafi, dipadukan secara seimbang. Pendekatan ini menjadikan para murid tidak hanya memahami aspek syariat, tetapi juga mendalami hakikat spiritual secara mendalam dan terarah.

Di balik kesederhanaannya, Syaikh Amat Ramdhon al Qodiri menjadi bukti bahwa pengaruh besar tidak selalu hadir melalui popularitas. Justru dalam diam dan ketulusan, beliau terus menanamkan nilai-nilai ketauhidan dan cinta Ilahi kepada para pencari jalan spiritual. (red)

Mungkin Anda Menyukai