PEKALONGAN – Ketahuilah bahwa saat ini manusia memiliki wajah yang rupawan, namun di akhirat kelak wajah-wajah tersebut akan menampakkan wujud yang sebenarnya. Seseorang yang selama hidupnya dikuasai oleh amarah, maka kelak di akhirat ia akan bangkit dengan wujud anjing. Sedangkan orang yang selama hidupnya dikuasai oleh nafsu, maka kelak di akhirat ia akan bangkit dengan wujud babi, karena wujud manusia sangat bergantung pada amal perbuatannya.
Semestinya orang yang tidur dapat melihat sesuatu yang tersembunyi dalam batinnya. Sementara ia tahu bahwa dalam batin manusia terdiri dari empat unsur diatas. Oleh karenanya ia harus selalu waspada dalam setiap gerak dan diamnya dan mengetahui dari mana keempat unsur tersebut berasal. Karena sifat tersebut pada hati seseorang dan akan mengikutinya hingga akhir zaman.
Jika yang menyertai seseorang adalah sifat-sifat baik, berarti dalam dirinya tertanam benih kebahagiaan. Namun sebaliknya, jika yang menyertainya adalah sifat-sifat tercela, maka berarti dalam dirinya tumbuh benih kecelakaan.
Setiap orang tidak bisa lepas dari bergerak dan diam. Hatinya ibarat cermin dan akhlak yang tercela ibarat uap dan gulita. Jika seseorang dikuasai oleh sifat-sifat tercela, maka dirinya akan terhalangi dari jalan kebahagiaan. Sementara akhlak terpuji ibarat
cahaya yang bersinar . Jika cahaya tersebut menyentuh hati, maka ia dapat membersihkannya dari durjana kejahatan, sebagaimana sabda Nabi saw:
” Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik, karena ia dapat menghapuskannya”.
Hati kadang dapat menimbulkan cahaya dan kadang pula dapat mendatangkan kegelapan. Dan tidak seorangpun bisa selamat kecuali orang yang datang menjumpai Allah dengan hati berserah.
@Amat Ramdhon ( Kimiya as-Sa’adah- imam Ghazali )