KAJEN,delikpantura.com — Pakumbulan berarti Tempat untuk Perkumpulan, bermakna “kembul” (berkumpul) dari akar kata kumpul.
Desa Pakumbulan konon menurut cerita turun temurun, dulunya adalah tempat untuk perkumpulan para Auliya’ atau para Wali Allah. Namun Pakumbulan, bisa bermakna “Umbul” , yang artinya naik ke ketinggian, jadi bisa bermakna tempat umbul ( tempat naik) baik urusan dunia maupun akhirat, karena tempat naik ketinggian yang dilambangkan dengan Bulan, lidah orang Jawa menyebutnya mbulan.(red).
Pakumbulan juga bisa dimaknai Paku Bulan ( porosnya bulan) tak ubahnya dengan sebutan raja Mataram Surakarta yakni Paku Buana.
Mbah Wali Umbul adalah sosok wali Allah yang diangkat menjadi Qutub di bulan. Beliau seorang wali Qutub yang Mastur ( tidak dikenal ) di bumi namun di kenal di bulan, yakni di alam Malakut.
Setelah Mbah Wali Umbul Paku Bulan I, ada Mbah Wali Kenting Paku bulan II, berikutnya ada Mbah Wali Nolopopati Paku Bulan III, dan Mbah Wali Sidokriyo Paku Bulan IV, diteruskan oleh Mbah Wali Depok Paku Bulan V, dan Syekh Saylan ditunjuk sebagai Paku Bulan VI. Sementara Syekh Abu Bakar hanya melanjutkan perjuangan Syeh Saylan sebagai Paku Bulan ke VI.
Perjuangan para wali Allah pada setiap zaman dan periode memang selalu ada, hanya saja Nur kewalian yang dari Nur Muhammad, akan turun temurun sampai akhir zaman, namun, penobatan sang wali adalah mutlak kewenangan Allah SWT yang diberikan kepada hambanya yang terpilih .
Menurut keterangan pimpinan rombongan peziarah , yang sempat ditemui awak media delikpantura, bahwa pada abad 21 Masehi, sampai sekarang ,konon akan muncul Paku Bulan ke VII di desa Pakumbulan adalah pendatang baru seorang Syaikh Mursyid yang tidak terkenal, namun dikenal oleh para malaikat di alam Malakut , beliau akan singgah di desa Pakumbulan kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan.
” Pakumbulan adalah desa yang telah didoakan keberkahannya oleh pendahulunya , yakni para Wali Allah, insya Allah masyarakatnya akan tentram, barokah , melimpah dan selamat dunia akhirat “, kata pemimpin rombongan peziarah di makam Mbah Umbul, yang enggan disebut namanya. (Selasa /22/07/2025 ) .
Dia menambahkan, bahwa adanya makam para auliya yang tersebar di Desa Pakumbulan, sebagai bukti sejarah bahwa desa Pakumbulan memang tempat kumpulnya wali Allah, karena dahulu desa ini memang penduduknya belum banyak yang taat menjalankan syari’at agama Islam. Dengan hadirnya para wali Allah di desa Pakumbulan, dengan bimbingannya mengajarkan syariat agama Islam, yang untuk menarik pengikutnya pengajaran sang Wali terkadang diselingi dengan ilmu hikmah dan ilmu Kanuragan.”
Begitulah sekilas kisah desa Pakumbulan yang diambil dari website resmi pemerintah desa Pakumbulan, dan komunikasi spiritual seorang peziarah yang enggan disebut namanya.
Untuk menghormati dan mengenang perjuangan pendahulunya, Desa Pakumbulan setiap tahun diadakan peringatan haul di masing-masing dukuh. (red)